Ciawi. Sejuk. Calming
Tapi hati ku engga, abis liat konten tentang bagaimana menyikapi pasangan yg aktif di sosial media dan suka love ig post perempuan lain dan selebihnya. Kalau love orang orang cewe yg dikenal pasangan sih biasa aja, komen pun juga selama kaya berteman yg tau batasan juga silahkan. Tapi kalau udah bukan seorang artis perempuan, semacam seleb sosmed, seorang yg emang to the point ranah engangement sosmednya aurat badan dll, kaya udah red flag for me, apalagi sampai komen genit. Kalau emang prestasi bakat talent, dan feeds si perempuan ga yang pamer aurat, ya alhamdulillah.
Apa ya gua juga sayang calon pasangan hidup gua, jaga mata dosa begitu juga diri sendiri. Jaga mata dari yang haram. Yeah you can call me old style. But every person get privelege to have their own principle. Paling mentok kalau udah soal kecantikan aja sii, artis seleb masih ya sudahlah ya...
Tapi, kadang tuh, kepikiran ga si kalian yang ngerasa cemburu gini kalau laki laki kalian masih di level itu imannya. Apa ya masih kaya kepikir cewe cewe lain yg sebatas fisik sampe sgt berdampak ke merekanya si cowo itu, Kalau yang udah beriman baik kebapakan pasti bisa lebih wise gitu. Mikirnya tuh ya usaha, karya, kerja, keluarga kecil, besar, kebermanfaatan umat. Gada tu kaya genat genit ke perempuan lain, Karena waktunya habis untuk hal hal berfaedah. Sampe kepikir misal ada seorang wanita sholehah/laki laki sholeh beriman banget islamnya kaffah, eh diuji lah pasangannya begajul yang genit-genit di sosial media gitu. Like yaa mungkin kaya salah dari dirinya dulu milihin ayah/ibu terbaik untuk anak anaknya.
At least kita udah berusaha sebaik mungkin sebagai istri dari segi penampilan, keuangan, rumah, asuh anak.
Menikah itu ada tanggung jawab, Jadi buat kalian para peselingkuh, ya karena kalian ga ada beban tanggung jawab, belum mengenal secara dalam bin dalam kekurangan si selingkuhan kalian. Makanya terasa 'enaknya' aja. Belum lagi hukum rajam sampai wafat. Tu berat bgt lo setelah hukum syirik secara luas.
Cemburu itu perasaan valid. Cuma sekali lagi gimana kamu bereaksi, di mindful lagi, konteks ke lawan jenis sampai yang gimana? . Apa sudah sampai melabrak value prinsipmu? Misal maaf seksualisasi. Itu kan udah aurat banget yaa ibarat.
Yeah next time this blog will be my prepare to get married...
Bismillah
0 komentar:
Posting Komentar